Asosiasi warga keturunan Tionghoa di Kepulauan Solomon, Chinese Solomon Islands Association, mengatakan telah merasa semakin kuatir mengenai sentimen anti-Tionghoa di negara tersebut setelah adanya komentar-komentar berbau rasisme di jejaring media sosial, termasuk di Facebook.
Hari Selasa (26/3) besok, asosiasi tersebut akan mengadakan pertemuan dengan administrator halaman Facebook Forum Solomon Islands untuk mendiskusikan kekuatiran mereka.
Presiden perkumpulan tersebut, Matthew Quan, mengatakan kepada program Pacific Beat dari Radio Australia bahwa keseluruhan warga keturunan Tionghoa disalahkan atas masalah yang disebabkan oleh hanya beberapa dari mereka.
"Ketika sesuatu terjadi tampaknya... kelompok keturunan Tionghoa dikelompokkan sebagai satu... kelompok buruk yang mengambil keuntungan karena memiliki uang dan mengoperasikan bisnis di Kepulauan Solomon," katanya.
"Saya pikir itu sangat tidak adil."
Matthew Quan mengatakan, walaupun memang mungkin ada pelanggaran hukum yang dilakukan dan ada beberapa komentar yang muncul adalah komentar yang benar, mereka sebaiknya diarahkan ke pemerintah dan pihak berwajib terlebih dahulu.
"[Kalau memang ada tuduhan] seharusnya masyarakat melaporkan kejadian-kejadian ini ke wakil rakyat, ke pihak berwajib, sehingga semua jenis korupsi ini bisa dihentikan." [Meilinda Chen / Jakarta]
***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id