INTERNASIONAL | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Rabu, 10 Oktober 2012

SENIMAN CHINA PERMALUKAN KORUPTOR

Seorang seniman China, Zhang Bingjian, mempermalukan para koruptor dengan membuat lukisan puluhan pejabat korup yang dipenjara dalam beberapa tahun terakhir. Lukisan-lukisan itu kemudian dipajang berjejer di sebidang tembok studio, agar masyarakat tak lupa rupa dan perbuatan mereka.
Para koruptor dilukis dengan pensil merah mirip mawar, mirip warna uang pecahan 100 yuan, yang dijadikan simbol korupsi di China.

Zhang mengaku memulai proyeknya 3 tahun lalu setelah melihat tayangan stasiun televisi China yang melaporkan ulah pejabat yang menerima suap. Zhang marah bukan kepalang.

"Di China, tanpa uang artinya orang akan berhadapan dengan masalah. Orang-orang telah kehilangan pegangan, mereka tidak meyakini apapun kecuali uang. Uang adalah segalanya di sini," katanya berapi-api.

Zhang mempekerjakan beberapa asisten yang tugasnya menjelajah internet, mencari kasus pejabat yang dipenjara karena kasus korupsi. Mencari seperti apa rupa orang itu. Sejak proyek itu dimulai, sudah ada 1.600 pejabat korup yang didapat. Jumlah itu terus bertambah.

Apa yang dilakukan oleh Zhang adalah ekspresi kemarahan publik kepada pejabat yang korup, yang makin lama makin menggejala dan tak tahu malu. Dia melihat sebuah ironi, sama halnya terjadi dalam masyarakat di mana korupsi marak, yakni banyaknya orang pasrah dan menerima korupsi sebagai kewajaran. Rahasia umum, orang harus membayar suap untuk mendapatkan perawatan medis yang baik atau menang gugatan di pengadilan.

Penegakan hukum hanya tegas terhadap pejabat level rendah dan menengah dan informasi keuangan para petinggi politik dan keluarganya dibatasi di media China, kecuali dalam kasus-kasus besar yang terlanjur menyeruak ke publik.

Dalam sebuah sistem di mana para pejabat hanya bertanggung jawab kepada partai dan bukan kepada publik, sangat sulit untuk melihat bagaimana korupsi dapat dibasmi.

"Tidak mungkin untuk mengatasi korupsi dalam sistem pemerintahan tanpa membentuk badan independen," kata Willy Lam, analis China yang berdomisili di Hong Kong. "Para petinggi bisa menghentikan investigasi dan menolak panggilan dari pejabat senior yang memintanya mempublikasikan aset keluarganya.

"Pemerintah China bukannya tak sadar masalah korupsi bisa jadi persoalan besar. Apalagi, ribuan insiden kerusuhan di China berakar dari korupsi, termasuk transaksi tanah oleh pejabat setempat. Awal tahun ini, Perdana Menteri Wen Jiabao memperingatkan bahwa korupsi adalah ancaman terbesar untuk partai berkuasa, Partai Komunis. [Amanda Lim / Makassar] Sumber: Suara Karya

PESAN KHUSUS

Silahkan kirim berita/artikel anda ke ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

MENU LINKS

http://berita.tionghoanews.com
http://internasional.tionghoanews.com
http://budaya.tionghoanews.com
http://kehidupan.tionghoanews.com
http://kesehatan.tionghoanews.com
http://iptek.tionghoanews.com
http://kisah.tionghoanews.com

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA