Para koruptor dilukis dengan pensil merah mirip mawar, mirip warna uang pecahan 100 yuan, yang dijadikan simbol korupsi di China.
Zhang mengaku memulai proyeknya 3 tahun lalu setelah melihat tayangan stasiun televisi China yang melaporkan ulah pejabat yang menerima suap. Zhang marah bukan kepalang.
"Di China, tanpa uang artinya orang akan berhadapan dengan masalah. Orang-orang telah kehilangan pegangan, mereka tidak meyakini apapun kecuali uang. Uang adalah segalanya di sini," katanya berapi-api.
Zhang mempekerjakan beberapa asisten yang tugasnya menjelajah internet, mencari kasus pejabat yang dipenjara karena kasus korupsi. Mencari seperti apa rupa orang itu. Sejak proyek itu dimulai, sudah ada 1.600 pejabat korup yang didapat. Jumlah itu terus bertambah.
Apa yang dilakukan oleh Zhang adalah ekspresi kemarahan publik kepada pejabat yang korup, yang makin lama makin menggejala dan tak tahu malu. Dia melihat sebuah ironi, sama halnya terjadi dalam masyarakat di mana korupsi marak, yakni banyaknya orang pasrah dan menerima korupsi sebagai kewajaran. Rahasia umum, orang harus membayar suap untuk mendapatkan perawatan medis yang baik atau menang gugatan di pengadilan.
Penegakan hukum hanya tegas terhadap pejabat level rendah dan menengah dan informasi keuangan para petinggi politik dan keluarganya dibatasi di media China, kecuali dalam kasus-kasus besar yang terlanjur menyeruak ke publik.
Dalam sebuah sistem di mana para pejabat hanya bertanggung jawab kepada partai dan bukan kepada publik, sangat sulit untuk melihat bagaimana korupsi dapat dibasmi.
"Tidak mungkin untuk mengatasi korupsi dalam sistem pemerintahan tanpa membentuk badan independen," kata Willy Lam, analis China yang berdomisili di Hong Kong. "Para petinggi bisa menghentikan investigasi dan menolak panggilan dari pejabat senior yang memintanya mempublikasikan aset keluarganya.
"Pemerintah China bukannya tak sadar masalah korupsi bisa jadi persoalan besar. Apalagi, ribuan insiden kerusuhan di China berakar dari korupsi, termasuk transaksi tanah oleh pejabat setempat. Awal tahun ini, Perdana Menteri Wen Jiabao memperingatkan bahwa korupsi adalah ancaman terbesar untuk partai berkuasa, Partai Komunis. [Amanda Lim / Makassar] Sumber: Suara Karya
PESAN KHUSUS
Silahkan kirim berita/artikel anda ke ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id
MENU LINKS
http://berita.tionghoanews.com
http://internasional.tionghoanews.com
http://budaya.tionghoanews.com
http://kehidupan.tionghoanews.com
http://kesehatan.tionghoanews.com
http://iptek.tionghoanews.com
http://kisah.tionghoanews.com