Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (10/10), adu kuda biasa digelar menyambut datangnya musim panen. Tak hanya di China, kegiatan ini juga sering dilakukan negara lain di Asia seperti Indonesia, Filipina, dan Korea Selatan.
Para kuda ditaruh di tengah lapangan dan dikelilingi warga setempat. Biasanya acara ini malah sengaja diadakan bandar judi untuk untuk mengajak penduduk memasang taruhan mana yang menjadi pemenang.
Bila hewan itu menolak bertarung, mereka memaksa dengan pecutan atau menembakkan pistol ke udara. Kedua kuda bakal kaget dan menyerang satu sama lain. Orang bertindak wasit biasanya mengakhiri pertarungan setelah ada kuda ambruk dengan kondisi nahas.
Pegiat Dana Internasional untuk Kuda Vivian Farrell mengatakan, itu budaya keji dan biadab. Dia tidak mengerti mengapa masih ada orang melakukan hal itu. "Sama saja dengan tradisi mengorbankan anak, kami membenci itu," ujarnya.
Juru bicara Aliansi Penyayang Binatang (PETA) mengatakan mengadu dua kuda untuk kesenangan manusia adalah hal buruk. Tradisi demikian tidak perlu dijaga dan harus dienyahkan dari kehidupan. [Erlina Goh / Jakarta] Sumber: Merdeka
PESAN KHUSUS
Silahkan kirim berita/artikel anda ke ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id
MENU LINKS
http://berita.tionghoanews.com
http://internasional.tionghoanews.com
http://budaya.tionghoanews.com
http://kehidupan.tionghoanews.com
http://kesehatan.tionghoanews.com
http://iptek.tionghoanews.com
http://kisah.tionghoanews.com