Lina tampil di final dengan dukungan banyak suporter. Maklum saja, banyak warga keturunan China di Australia, serta warga dari China, Singapura, dan Taiwan yang belajar di benua kangguru. Namun sayang, melihat idolanya kalah, mereka malah menyoraki Lina, hal yang ternyata tidak mempengaruhi mental petenis asal China itu.
"Mungkin mereka (suporter) pikir saya bodoh jadi mereka melatih saya (dengan sorakan). Tetapi saya lebih suka menyatakan bahwa saya tidaklah bodoh," ujar Lina seperti dilansir dari Eurosport, Sabtu, (14/1/2012).
"Saya mampu memainkan permainan tenis yang sangat bagus. Saya pikir bila mereka ingin lebih sering menyaksikan pertandingan tenis, mereka harus mengerti untuk tidak berteriak. Ini sesuatu yang tidak bisa saya ubah. Saya tidak perlu mendengarkan apa yang mereka katakan. Saya harus berfokus dengan permainan saya," tambahnya.
Petenis wanita peringkat lima dunia ini merasa dirinya tidak tampil buruk dalam pertandingan tersebut. Hal itu memang benar, karena walau kalah di set pertama, Lina juga sempat menang di set kedua. Pada set ketiga, Lina akhirnya harus menyerah dari Azarenka.
"Saya tidak berpikir ada yang salah dalam pertandingan ini. Ini adalah final yang sangat bagus. Saya pikir kedua pemain menunjukkan permainan tenis yang terbaik di lapangan. Saya kira tidak ada yang salah dengan permainan saya.
Petenis berusia 29 tahun ini juga tidak khawatir dengan keadaannya yang tengah bersiap menyambut turnamen Grand Slam, Australia Open di Melbourne dengan mengatakan, "Tidak ada yang harus saya khawatirkan. Saya mencapai final tahun lalu di Melbourne jadi saya pikir seharusnya (keadaan) baik-baik." [Renny Tan / Sydney]