INTERNASIONAL | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Senin, 20 Februari 2012

MENEROPONG INDUSTRI KREATIF HONGKONG

Beralihnya pusat industri ke negara berkembang membuat negara-negara maju harus memutar otak agar perekonomian mereka tak berhenti. Perusahaan-perusahaan besar lebih memilih membangun basis produksi di negara-negara berkembang yang biaya produksinya jauh lebih murah.

Salah satunya Hong Kong. Wilayah administratif khusus China ini terus mengembangkan industri kreatif guna menyokong pertumbuhan ekonomi mereka.

Hong Kong Trade Development Council, lembaga setingkat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan, industri kreatif di Hong Kong telah berhasil menyokong produk domestik bruto (GDP) hingga 4 persen dengan nilai 53 miliar dolar Hong Kong atau sekitar Rp 62 triliun pada 2010. Angka ini terus berkembang dan bisa menyokong 4,6 persen perekonomian pada 2011.

"Lebih dari 30 ribu perusahaan yang bergerak di industri kreatif, dan bisa membuka lapangan kerja hingga 170 ribu," kata Senior Product Promotion Manager HKTDC Daniel kepada sejumlah wartawan Indonesia yang berkunjung ke kantornya, di Wan Chai, Hong Kong, akhir pekan lalu.

Subsektor yang tumbuh subur antara lain industri fashion. Bahkan, Daniel mengklaim Hong Kong telah menjadi trendsetter mode di Asia. Sejumlah desainer-desainer kondang dari Hong Kong bermunculan, seperti Harrison Wong, Lu Lu Cheung, Peter Lau, Walter Ma, Dorian Ho, dan Bonita Cheung.

Hong Kong Fashion Week, satu pameran akbar mode, yang telah berjalan 45 tahun merupakan bukti bahwa industri mode di Hong Kong sangat menyumbang pada perekonomian mereka. "Fashion memiliki peran penting sebagai penghasil ekspor terbesar kedua setelah barang-barang elektronik dengan nilai US$ 22 miliar," kata Deputi Direktur Eksekutif Deapartemen Perdagangan Hong Kong.

Tak cuma di dunia fashion, di dunia kerajinan, khususnya perhiasan juga banyak bermunculan. Sifat Hong Kong yang banyak menjadi penghubung antara negara-negara Eropa dengan Asia.

Di industri kerajinan, berbagai produk lahir dari industri kreatif rumahan. Dennis NG, marketing manager China (Far East) Distribution Limited mengatakan, ratusan industri rumahan memasok sarung handphone dan sarung laptop ke perusahaannya.

"Lalu kami yang mendistribusikan dan menjual barang itu," kata Dennis dalam perbincangan dengan sejumlah wartawan Indonesia, di salah satu kantor di Harbour Road, Hong Kong, beberapa waktu lalu.

Dennis mengatakan, produk-produk sarung handphone dan laptop miliknya khusus untuk merek Apple, seperti iPhone, iPad, iPod, dan Apple Mac. "Hampir semua desain lebih ke-New York-an, dan menandakan lebih muda," katanya, yang akan berkunjung ke Indonesia sebagai peserta Life Style Expo, pada 15-17 Maret mendatang di Jakarta Convention Center.

Demikian juga pada perhiasan. Hong Kong dan China merupakan rujukan tren model sejumlah negara. Hong Kong sendiri merupakan pengekspor perhiasan terbesar kelima dunia, dengan pertumbuhan ekspor lebih dari 35 persen pada 2011. Total nilai ekpor dari perhiasan ini mencapai US$ 6 miliar. "Pasar ini akan terus berkembang, menyusul banyaknya pertumbuhan kelas menengah di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia," kata Daniel Lam.

Dalam soal perhiasan Asia, China mengungguli India sebagai pasar emas terbesar. Permintaan perhiasan emas di China hingga kuartal ketiga 2011, naik 13 persen dan diperkirakan akan terus tumbuh pada 2012. Hal tersebut berkaitan dengan tahun naga air, yang menurut kepercayaan masyarakat China merupakan tahun yang tepat untuk memberi hadiah bagi teman, keluarga, serta orang terkasih.

Namun, semua itu mereka harus berjuang mengatasi banyaknya pembajakan di China. Dennis mengaku, belum sampai sebulan produknya diluncurkan, di China daratan, sudah ada yang meniru. Persis.

Bagaimana cara mengatasinya. "Kami jalan saja. Terserah mereka. Bagaimana pun, kualitas produk tak bisa dibohongi," katanya, santai. [Eleven Yang / Hong Kong]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA